RMP Sosrokartono

patung kartini @jepara 2013

patung kartini @jepara 2013

pagi itu, saya dan rekan terdampar di jepara, daerah kekuasaannya pangeran hadiri di era demak abad ke-15 lalu. jepara, sebenarnya pulau yg terpisah dari pulau jawa. namun lama kelamaan selat ini makin sempit dan akhirnya hanya jadi parit. pulau tsb dinamakan Muria dan begitu bergabung dgn pulau jawa, kota terbesarnya adalah Jepara.

di kota ini terdapat sebuah museum yg didedikasikan utk dua orang : ibu Kartini dan pak Sosro Kartono. dua kakak beradik ini tidak sama ngetopnya. ibu kartini, siapa yg tidak kenal ? yg setiap tanggal 21 april diperingati secara nasional dan anak sekolah “terpaksa” berkebaya hari itu. kalo mbah sosro kartono, mungkin tidak banyak yg tahu.

dia abang dari ibu kartini yang berprofesi sebagai penerjemah, wartawan, dokter dan filsuf kelas berat. gelar terakhirnya ini lah yg membuat namanya masyhur. ditilik dari buku dan tulisan2 beliau, menunjukkan bahwasanya mbah sosro kartono seorang filsuf jawa yg mengamalkan isi kepalanya, isi hatinya, isi tulisannya dlm kehidupan sehari2.

per hari itu, begitu datang ke jepara, mau tidak mau, harus mampir ke alun2 kota utk mendatangi museumnya. makamnya tidak ada di sini, hanya artefak2 saja. dan ini museum utk dua orang, ibu kartini dan pak sosro kartono.

lukisan besar ibu kartini @jepara 2013

lukisan besar ibu kartini @jepara 2013

museum ini terbagi dua. ruang depan utk artefak2 dari ibu kartini. dan ini lah ruang utamanya.

meja kerja mbah sosro @jepara 2013

meja kerja / meditasi mbah sosro @jepara 2013

seperti kita ketahui, mbah sosro kerap disinonimkan dgn huruf alif. huruf pertama dari kebudayaan tulisan arab. makna alif itu sendiri, tidak saya uraikan di sini. terlalu pusing utk menuliskannya.

furniture dan lukisan @jepara 2013

furniture dan lukisan @jepara 2013

dan ini adalah meja, kursi dan lukisan potret dari mbah sosro kartono.

berpakaian barat @jepara 2013

berpakaian barat @jepara 2013

beliau seorang jawa totok dgn kedalaman elmu filsuf jawa yg mumpuni, namun ada masa hidupnya yang memang dihabiskan di eropa. mau tidak mau, perlu menyesuaikan diri, salah satunya dalam hal berpakaian. lihat lah potret ini. jika tidak diberikan keterangan tentu kita mengira itu adalah orang eropa, mirip dgn pose napoleon bonaparte :). mbah sosro memang ganteng tak terkira.

meja kerja @jepara 2013

meja pengobatan @jepara 2013

selama di bandung, tepatnya di sekitaran terminal kebun kelapa ( yg sudah tidak ada ), beliau membuka rumah pengobatan yg dinamakan Daroes Salam. ini adalah meja yg dipakai utk menerima pasien. pengobatan hanya dilakukan via media air putih yang didoakan. hanya itu. kemungkinan dalam sehari, pekerjaan pengobatan ini dilakukan di atas 10 jam. sisanya beliau pakai utk main catur dan tidur. konon beliau jarang tidur.

uraian #1 @jepara 2013

uraian #1 @jepara 2013

uraian #2 @jepara 2013

uraian #2 @jepara 2013

uraian #3 @jepara 2013

uraian #3 @jepara 2013

uraian #4 @jepara 2013

uraian #4 @jepara 2013

dan ini adalah sekelumit tulisan2 beliau terkait dgn filsafat. sebenarnya tidak selamanya apa yg beliau sebutkan sebagai filsafat jawa, karena itu adalah nilai2 yg sangat universal. tidak khas jawa sebenarnya. cuma dgn mendalami ilmu “native java” spt ini, beliau berhasil menuliskan wasiat kehidupan yg dalam dan universal.

selfpotrait @jepara 2013

selfpotrait @jepara 2013

Drs. R.M.P SOSROKARTONO, demikian isi tulisan di foto tsb. penampilannya kali ini sudah full jawa, lengkap dgn blankon. beliau satu masa dgn mbah suryo mentaram dan pak ki hajar dewantara. ketiga orang ini kerap berdiskusi dan salah satu hasil implentasi dari diskusi itu adalah sekolah taman siswa. ketiganya terbilang filsuf jawa besar yg karya2nya masih dapat kita pelajari sampai skrg.

namun, apakah generasi muda skrg, tahu apa saja tulisan2 mereka ?

 

 

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “RMP Sosrokartono

    1. dodi Post author

      aku punya jg buku ini mas eka. cuma aduh, baca buku2 suryo mentaram ini perlu konsentrasi khusus. aku ada bbrp buku ttg beliau, salah satunya buku ini. khusus utk buku ini, aku senang sekali dgn kata pengantar dari pak panca dahana. ternyata ada berbagai macam klasifikasi logika dari beragam kebudayaan dunia ini. dan budaya jawa, punya logika nya sendiri dan somehow, pak suryo mentaram ini bisa mengejawantahkan elmu tsb ke anak2 muridnya. yg menurut saya, emang gak mudah.

      Reply
    1. dodi Post author

      dua buku ini :
      Politik Perhatian: Rasa dalam Kebudayaan Jawa. Lembaga Kajian Islam dan Sosial, Yogyakarta, 1998. xii, Pp 286. (trans: The Politics of Attention: Intuition in Javanese Culture) second printing 2009. xxix + 366 p

      Kejawen Modern: Hakikat dalam Penghayatan Sumarah. (trans: Modern Javanism: Truth in Sumarah Practice) Lembaga Kajian Islam dan Sosial, Yogyakarta, 2009, xlviii + 394p.

      sekitar minggu lalu, dikshie pernah kasih link paper nya ttg topik rasa dan sumarah dari cornell. saya lupa, apakah ini dari pengarang yg sama, belum sempet baca. terimakasih link nya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *