Tegalrejo

tempat ini emang tidak ngetop utk jadi tujuan wisata di jogya. banyak yg gak tahu. tanya kiri kanan, yg menjawab pun tidak antusias : museumnya kecil, koleksinya gak banyak. ok lah, gak masalah. emang dari awal sudah diniatkan mau datang ke sini.

utk apa datang ke sini ? tak lain utk menuntaskan rasa penasaran, spt apa sih tempat yg dulu menjadi lokasi digemblengnya “pemberontak” terbesar dan terheboh di tanah jawa. awalnya tahu tempat ini dari buku. text di buku tsb sangat verbose dan kadang mistik. jika silap tertinggal sekian lama, maka sudah hilang alur ceritanya.

pagi itu, datang dari arah prawirotaman dan coba cari tempatnya di gps. ada sih ketemu, cuma hanya nama daerahnya saja. bukan titik museumnya. jalan saja lansung ke sana, ternyata ada plangnya walau pun kecil. plus tanya kiri kanan, akhirnya ketemu. tidak jauh dari “pusat kota” bahkan sebenarnya ini masih dalam kota banget. cuma sekitar 15 – 25 mnt dari prawirotaman.

tampak depan pintu museum @yogya 2014

tampak depan pintu museum sasana wiratama @yogya 2014

ini dia tampak depannya. sepi. di parkiran yg luas ini, cuma ada mobil ku dan satu bis mogok yg sedang direparasi. mau masuk agak ragu, kok pintunya tutup. ternyata bisa masuk via pintu samping.

gapura bagian belakang @yogya 2014

gapura bagian belakang @yogya 2014

setelah masuk, ini lah penampakan dari gapura yg tertutup tadi. ada pintu besar dan mural bergambar naga. ntah apa maksudnya 🙂

museum tegalrejo @yogya 2014

museum tegalrejo @yogya 2014

dan ini lah museumnya. persis spt yg dikatakan sebelumnya, bahwa ini emang gak besar. cuma satu pendopo kecil aja. dan eh..kok pintunya tertutup ?

pendopo utama @yogya 2014

pendopo utama @yogya 2014

karena itu masih tutup, terpaksa lah melangkah ke bagian dalam lagi utk mencari orang. jalan masuk dan menemui pendopo utama yg lumayan megah dan adem. di sini lah baru ketemu penjaganya, namanya pak slamet. dia bertanya ada perlu apa, ya tentu saja dijawab utk melihat museum. ok, dia ambil kunci dulu sebentar.

pak slamet @yogya 2014

pak slamet @yogya 2014

pak slamet menjelaskan mulai dari ruang masuk museum. dia menjelaskan sejarah awal pangeran diponegoro dan tokoh2 yg ada di sekelilingnya. lalu dia membuka pintu masuk ke dalam.

lukisan dan senjata @yogya 2014

lukisan dan senjata @yogya 2014

ini adalah sekumpulan senjata yg dulu dipergunakan oleh pasukan diponegoro. ada keris, ujung tombak sampai panah. tidak lupa lukisan terkait.

resume @yogya 2014

resume @yogya 2014

pak slamet menjelaskan resume perjuangan sang pangeran dgn dokumentasi yg tertera pada dinding. di situ ada surat2 tua yg nampaknya hanya replika. nampaknya sekelumit dokumentasi ini dibuat oleh pihak ANRI.

penangkis senjata @yogya 2014

penangkis senjata @yogya 2014

ini juga salah satu koleksinya, penahan bacokan / sabetan senjata tajam. apa ini namanya, lupa. kemungkinan terbuat dari logam.

tembok bolong @yogya 2014

tembok bolong @yogya 2014

di dalam museum, tidak banyak amat yg bisa ditelusuri. pak slamet ngajak keliling dan memperlihatkan sebuah tembok bolong. tembok ini mempunyai tebal 60 cm dan terjebol. dia menyebutkan tembok ini dijebol oleh pangeran diponegoro oleh tangannya sendiri plus bantuan tendangan kuda. hmmm..melihat tebalnya tembok ini, kalo dijebol pake tangan, berarti tingkat kesaktian pangeran, lumayan tinggi 🙂 . utk apa dijebol, katanya sebagai lubang melarikan diri waktu kompleks tegalrejo ini diserbu londo.

beringin muda @yogya 2014

beringin muda @yogya 2014

setelah melihat tembok bolong, masuk lagi ke belakang. di situ ada pohon beringin muda yg dibangun persis di atas tanah tempat di mana dulu pendopo utama berdiri. setelah serbuan londo, tempat ini dibakar dan tak bersisa. semua yg ada di sini adalah bangunan baru. kecuali mungkin, tembok bolong tadi.

gerbang tampak dalam @yogya 2014

gerbang tampak dalam @yogya 2014

setelah puas melihat-liat dan metik jambu 🙂 sudah waktu nya kita lanjut ke tempat lain. kita pamit pulang. dalam perjalanan menuju gerbang, terlihat tempat ini sedemikian asri. enak banget utk menenangkan diri. dan ternyata di dalam komplek ini ada penginapan yg bisa disewa. lumayan murah cuma sekitar 80 – 150rb per malam. kalo minat, bisa kontak pak slamet di 0274-622668.

diorama diponegoro @solo 2014

diorama diponegoro @solo 2014

selain di tegalrejo, ternyata kraton solo juga menyempatkan membuat diorama perjuangan diponegoro. hmmm…agak aneh sebenarnya. aneh dalam artian waktu itu solo sebenarnya ada di pihak yg mana 🙂 . tapi ya sudah lah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *