Makassar

setelah ditangkap di Magelang dengan cara yg licik, pangeran dibawa keluar jawa. kota Menado sebagai persinggahan, pada akhirnya beliau diasingkan di benteng Rotterdam di Makassar. di tempat ini lah dia menghabiskan sisa umurnya.

dalam masa pengasingan di Menado, beliau menulis biografinya dalam huruf arab pegon. isinya tidak sekedar biografi, tapi sejarah nabi2 sampai ke skema latihan pernafasan ala tareqat syattariyah. lebih lengkap ttg babad diponegoro yg sudah diakui oleh UNICEF sebagai koleksi memori dunia, bisa dicek di sini.

selang setelah 2 tahun dari Tegalrejo, saya dapat rejeki utk berkunjung ke makassar. tentu saja lokasi makam pangeran harus saya datangi. keluar dari hotel, memesan taksi dan minta diantarkan ke jalan diponegoro. dia tentu saja tahu jalan tsb ada di mana, tapi ternyata dia TIDAK TAHU bahwa di situ ada makam pangeran. menyusuri makassar yg padat saat sore hari, plus hujan menjelang magrib, menimbulkan suasana tidak nyaman. masak ziarah makam dilakukan pas magrib.

akhirnya dalam waktu 45 menit, kami mendapati lokasinya. letaknya di pusat kota yg dinamakan CENTRAL. beneran pusat kota, makam ini letaknya terhimpit antara ruko dan ruko. ditambah lagi bahwa depan makam ini sering dipake angkot ngetem.

*sigh*

pintu gerbang @2016

pintu gerbang @2016

pak supir turun dan mencari2 kuncen ke warung sebelah makam. ternyata dia ada di sana dan membawa payung untuk saya dan membukakan kunci gerbang.

pusara pangeran dan istri serta sanak keluarganya @2016

pusara pangeran dan istri serta sanak keluarganya @2016

setelah masuk, saya mendapati dua makam utama, yaitu sang pangeran dan istri. pusara ini besar sekali ukurannya. kondisi makam dalam keadaan sangat bersih dan terawat. selain makam, di sini juga terdapat mesjid kecil dan pendopo tempat menerima tamu. sekilas pendoponya mirip dengan yg ada di Tegalrejo.

setelah mencopot alas kaki, saya duduk di samping makam lalu berdoa dan melakukan monolog. terpaksa bermonolog, sebab mau berdialog ke siapa ? dalam monolog, saya berusaha keras membayangkan fase kehidupan beliau setelah terbuang dari tanah jawa sebagai orang kalah perang. sakitnya, stress nya, gunda gulana dan sebagainya. untung lah dalam fase tsb, beliau masih menyempatkan diri membuat dokumentasi perang dan biografi. kelak dari dokumentasi ini lah kita bisa membaca dengan sangat detail semua peristiwa perang jawa yang sangat mengguncang tatanan kehidupan jawa masa silam.

pusara pangeran @2016

pusara pangeran @2016

pusara istri @2016

pusara RA Ratna Ningsih @2016

walau pun pangeran mempunyai banyak istri, pas saat pembuangan hanya satu yang beliau bawa, yaitu RA Ratna Ningsih.

setelah itu, saya ke pendopo utk mengisi buku tamu dan beristirahat. sembari mengobrol singkat dengan ibu yang membuka gerbang, saya mengisi buku tsb. hari itu, saya adalah pengunjung ketiga dan nampaknya yang terakhir.

sultan abdul hamid herucaraka @2016

sultan abdul hamid herucaraka @2016

ini gelaran beliau secara lengkap : mukmin sayidin panatagama kalifatulah tanah jawa. gelaran ini dipakai sewaktu mengumumkan diri sebagai raja dengan menisbikan  raja hamengkubuwono saat itu yg masih kecil, sekitar 6 tahun. gelaran panatagama ini punya jejak panjang yang kalau ditelusuri sejak jaman demak.

pada saat kerajaan demak, raja bisa dikatakan sebagai lambang kekuasaan dan pemerintahan sedangkan urusan keagamaan dipegang oleh dewan wali. kita biasa menyebut dewan walisongo. dewan ini sebenarnya tidak hanya menjadi patokan dlm hal urusan agama saja, bahkan keputusan perang harus mendapat persetujuan dari mereka. mirip seperti DPR jaman skrg.

setelah demak berganti raja sebagai 4 kali, kerajaan ini jatuh dan dipindahkan ke Pajang oleh raja baru, yaitu Hadiwijaya alias jaka tingkir. pada masa ini lah dewan wali dibubarkan dan raja menjadi entitas tunggal. utk menguatkan, gelar raja ada imbuhan : panatagama. kelak pajang akan diakuisisi oleh Mataram dan nantinya akan terbagi 4 dalam perjanjian Giyanti. semua kerajaan pecahan tsb masih mengusung tradisi gelaran panatagama ini. demikian.

setelah mengisi buku tamu, saya pamit dlm keadaan masih hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *