Gua Selarong

oleh Muhammad Rizal

Setelah mengunjungi Tegalrejo, saya minta diantar ke Markas Besar Pangeran
Diponegoro, Gua Selarong. Lokasinya terletak di Kecamatan Pajangan,
Kabupaten Bantul. Belasan Km di selatan Yogya. Wilayah Selarong dan
persawahan di sekitarnya adalah tanah pribadi Sang Pangeran yang
didapatkannya sebagai anak sulung Sultan Hamengkubuwono III. Selarong sejak
dulu merupakan tempat Pangeran Diponegoro melakukan tirakat.

Dalam perjalanan, kawan yang jadi penunjuk jalan kami sempat beberapa kali
bertanya, karena dia sendiri belum pernah berkunjung kesana. Rupanya
Selarong ada di kawasan pedesaan yang asri. Banyak pohon-pohon. Yang
dinamakan gua selarong itu adalah dua ceruk yang lumayan dalam di sisi
tebing sebuah bukit gamping. Untuk mencapainya harus menaiki tangga yang
lumayan banyak dan agak curam. Di sisi lainnya ada sumber mata air. Gua itu
yang satu adalah gua kakung, tempat tinggal Pangeran Diponegoro, yang satu
lagi adalah gua putri. Tempat tinggal istri beliau RA Ratnaningsih.
Satu-satunya istri ketika itu yang ikut berjuang. RA Ratnaningsih juga
komandan pasukan wanita di situ.

Melihat kedua gua yang sempit ini, saya jadi terpikir. Betapa Sang Pangeran
sanggup hidup menderita tinggal di tempat seperti ini. Begitu juga
istrinya. Dari kehidupan istana yang cukup mewah, berpindah pada kehidupan
keras. Pangeran membawa anak-anaknya juga. Gak kebayang bagaimana anak-anak
tidur di sini. Sempit. Langit-langit gua juga rendah. Saya bayangkan kalau
malam pasti banyak nyamuk di situ. Kalau tidak mau digigit nyamuk ya
diasapi. Penderitaan ganti dengan bau asap dan nafas sesak. Keadaan berat
ini dialaminya bertahun-tahun setelah itu.

Setelah mendengar berita hijrahnya Sang Pangeran dari Tegalrejo ke
Selarong, sebagian pangeran dan kerabat istana Yogya dan kerabat Kabupaten
Madiun segera meninggalkan istananya beserta segala pengikutnya untuk
bergabung dengan Pangeran Diponegoro. Tidak kurang dari 77 orang kerabat
istana serta pengikutnya masing-masing menyatakan diri bergabung. Ada dari
kalangan anak-anak HB I, anak-anak HB II dan anak-anak HB III. Saya
bayangkan, tempat ini dulunya pasti ramai. Mungkin para pengikut Sang
Pangeran membuat tempat pemukiman di bawah tebing-tebing gamping ini.
Tempat ini pernah tiga kali diserbu belanda, tapi semuanya gagal.

2 thoughts on “Gua Selarong

  1. Ikhwan Pribadi

    Markas P Diponegoro bukan di gua selarong tp di desa Selarong. Timur gua letaknya. Beliau di sana punya pesanggrahan yg sangat luas. Beliau tdk menderita tp kaya raya di sana. Gua selarong adalah tempat pribadi utk bersemedi. Pangeran punya lahan di selarong sejak 1812. Jaman sebelum perang selarong sgt ramai seramai ibukota kraton jogja. Rencananya Selarong disiapkan menjadi kraton baru jika menang. Ada alun alun, taman, pesanggrahan, dll. Itu tertulis dalam buku Babad Diponegoro tulisan P Diponegoro juga Babad Diponegoro versi kraton surakarta.
    Saya keturunan pangeran aryo selarong, yg namanya jadi nama wilayah. Trmkasih.

    Reply
    1. dodi Post author

      mas ikhwan, terimakasih atas komentarnya. terus terang, aku belum pernah buka babad diponegoro tsb, bukunya terlalu tebal untuk dihabiskan :). baca buku peter carey aja blum tuntas. mungkin ini yg namanya sejarah tanpa dokumen, hanya dengar2 dan akhirnya jadi salah kaprah.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *