Pribadinya Dalam Kenangan

aku sudah lama mencari buku ini. sebenarnya ada yg jual online tapi kok harganya sampe setengah juta. akhirnya ada yg jual dgn harga 70rb, lansung order tanpa mikir. pas dateng agak kaget, ternyata bukunya tebal juga. dan eh, ternyata ini buku bajakan hahahaha…ya sudah gak papa. yg penting ada yg mau memperbanyak buku penting ini dgn harga yg masuk akal. buku kalo udah jadi barang antik, jadi males banget belinya. harganya mahal, padahal yg penting itu isinya, bukan nilai keantikannya.

banyak sekali penulis yg berkontribusi, mulai dari kalangan keluarga sampai kawan seperjuangannya. bbrp yg paling menarik aku cukilkan di sini :

1. salah satu anak bung hatta bikin masalah : nilai ulangannya jelek banget. lazimnya nilai ulangan di bawah 5.5 harus ditandatangan orang tua. bu rahmi tidak sudi kasih tanda tangan saking jeleknya nilai tsb : 2.5 ! sebenarnya bukan masalah nilainya sangat rendah tapi itu adalah pelajaran KOPERASI ! akhirnya sang anak terpaksa menhadap ayahnya dan membawa kertas ulangan sial tsb. kena marah itu pasti, tapi kalo bapak koperasi mendapati anaknya dapet nilai 2.5 utk pelajaran koperasi, itu sebuah menghinaan harga diri. eh tapi, anaknya berhasil ngeles ini itu. bahkan BH malah berbalik “menyerang” ke pihak2 lain. akhirnya buku koperasi yg sekolah pakai diganti utk tahun depan karena didapati banyak kesalahan di dalamnya.

2. BH sedang di pesawat dan sudah mau mendarat. ternyata pesawat ini terlalu cepat, sebelum jadwalnya sudah mau mendarat. BH menyadari hal ini dan meminta pilot utk memutar pesawat bbrp kali agar mendarat ON TIME.

3. masih tentang waktu, supirnya yg baru sudah datang ke rumah jam 4 pagi utk mengantarkan keluarga pergi sholat ied. pas datang BH sudah menunggu di teras rumah dan menegur : kamu terlambat. padahal supir sudah datang bahkan jauh sebelum waktunya harus berangkat dan dia cuma melongo diomelin bosnya. lalu bu rahmi berteriak dari dalam rumah : kak…ini baru jam 4 pagi, jam yg kakak pakai salah tuh…

4. masih tentang waktu, salah satu kerabatnya datang terlambat karena macet. dia sudah tahu, pasti kena omel. terpikir sebuah cara ngeles yg jitu : mundurkan jam tangannya bbrp menit. waktu diomelin, tinggal tunjukkan jam yg sudah mundur tsb 🙂

5. ada kerabatnya yg mau showoff : saya rajin baca buku lho. waktu BH datang ke rumah familinya, anak ini sengaja duduk di teras sambil membaca buku. BH menyalami dan senyam senyum melihat nya. setelah selesai bertamu, BH mendapati anak ini masih membaca, lalu diajak diskusi :
BH : buku apa ini ?
A : buku cerita om..tentang koboi…
BH : apa tidak ada buku yg lebih berguna dari ini ?
A : …..( merah padam…)

6. masih tentang buku. BH sangat marah jika bukunya ada yg rusak. pernah keponakannya meminjam dan pas mulangin didapati ada bbrp halaman terlipat. BH sangat marah dan minta keponakannya utk mengganti buku tsb. akhirnya jalan lah dia keliling jakarta utk mencarinya. selang bbrp minggu, dia balik ke BH dan mengabarkan kegagalannya mendapatkan buku. BH cuma senyum : jelas kamu tidak akan mendapatkannya di sini, saya belinya di belanda kok.

7. apa hadiah paling romantis yg diberikan BH kepada bu Rahmi ? buku berjudul : alam pikiran Yunani. ini mas kawin yg diberikan BH kepada istrinya. bukan emas apalagi tanah, tapi buku. ibunda BH pun sampai kesel anaknya spt itu.

8. BH punya koleksi koin waktu dia masih SD. koleksi ini ditaro di meja belajarnya dan disusun dgn cara yg sangat rapi. kalo ada orang ngotak ngatik, pasti ketahuan olehnya. suatu hari pamannya datang ke rumah dan ntah kenapa mengambil uang itu sebagian ( mungkin mau beli rokok, duit kecilnya habis ). BH pulang dan mendapati koleksi koinnya hilang lalu menangis minta ganti. pamannya panik. dia menggantinya dgn uang lain yg nilainya lebih besar. BH menolak dan tetap minta duit koin yg sama ! dia masih nangis dan karena sang paman gak dapet koin yg dimaksud, malah ikutan nangis. saya gak tahu gimana dua orang ini berdamai pada akhirnya.

9. pak guntur memang pandai bertutur. kalau lah dia menulis blog, pasti sudah jutaan orang yg datang. dia bercerita satu kejadian di mana BK dan BH nonton bola. BK sebenarnya tidak suka bola tapi kalo nonton, dia bisa emosi jg. sedangkan BH jelas pemain sepak bola sejak kecil, bahkan jadi bendahara klub. namun, dia bisa menonton bola dengan emotion-less. cuma manggut2 sambil lihat bola kesana kemari. pak guntur memperhatikan itu sambil berpikir : ini nonton bola apalagi tafakur mikirin urusan negara ? tapi begitu kelar nonton, BH memberikan komentar panjang lebar, menganalisa permainan sampai level yg sangat detil, yg begitu didiskusikan ke BK, beliau tidak bisa menimpali kecerewetan BH.

10. bayangkan ada sidang kabinet. ada presiden dan wakil presiden duduk dalam satu bangku panjang. duduk saling menjauhi. di tengah2 diletakkan peci milik BK. suasana dingin, atmosfir ruangan tegang. lalu rapat kabinet dipimpin oleh perdana mentri. setelah dibuka dan membahas bbrp issue, PM melemparkan issue ke BK.

PM : pak presiden mungkin ada yg mau dikomentari.
BK : tidak ada yg perlu saya komentari. saya bilang kemaren, semua kepala staff yg ditahan, bawa kemari dan minta pendapatnya. ini tidak dihadirkan, jadi buat apa saya bicara.
PM : …..
BK : saya minta mereka datang agar mereka bisa bicara sebagai anak kepada ayahnya….
BH : apa ? anak kepada ayah ? suruh mereka minta maaf dulu, baru boleh bicara ! ik spreek niet met een rebel ( saya tidak bicara kepada pemberontak ) !
BK : siapa rebel ??
PM : bapak-bapak…maaf…errr……

ketengangan dua orang ini kadang bisa terlihat di permukaan, namun masalahnya kadang hanya mereka berdua yg paham apa dan bagaimananya, orang lain tidak bisa menilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *