Lukisan dan Patung Koleksi Presiden Sukarno Dari Republik Indonesia

bk di depan koleksinya @1955

bk di depan koleksinya @1955

( keterangan foto :

lukisan #1 : buku 1, halaman 27, S. Sudjono, Kawan-kawan Revolusi
lukisan #2 : buku 3, halaman 31, Basuki Abdullah, Pantai Flores
pajangan #1 : buku 5, halaman 103, Kendi Porselen Merah Darah Sapi

foto ini diambil dari majalah national geographic dalam artikel “This Young Giant, Indonesia : From Sumatra to Celebes and from Bali to Borneo, a New Sense of Urgency Grips the 5 – year – old Nation of 3,000 Islands and 79,000,000 People”, diterbitkan pada September 1955

foto ini didapatkan dari http://archive.nationalgeographic.com/?iid=53268#folio=358

)

BK dan keindahan merupakan satu tarikan nafas. di balik retorika di atas panggung, buku-buku yang menohok, permainan politik, menghitung struktur bangunan dan tentu saja : rayuan maut nan gombal kepada semua perempuan2nya, BK masih menyimpan satu dorongan kuat dengan kesenian. apakah sempat dengan semua kesibukan itu dia menikmati seni ? jelas sempat, bahkan dia masih bisa menghasilkan karya seni dari tangannya sendiri.

jumlah koleksi lukisan dan patung di tempatnya tinggal, yaitu istana bogor, sangat banyak. koleksi2 ini sempat didokumentasikan dalam 5 jilid buku yang dikurator oleh Lee Man Fong. proyek pendokumentasian ini dilakukan pada tahun 60an dan selesai pada 1 Januari 1964. dari kacamata politik, waktu tsb merupakan masa-masa demokrasi terpimpin di mana BK sudah memasuki senjakala kekuasaannya. terlihat dari kata pengantar dari buku ini, dia tidak berucap panjang lebar, hanya satu halaman saja dgn tulisan tangan. jelas dia gak bakal sudi membahas perseteruan lekra dan manikebu, apalagi menyebut nekolim.

koleksi lukisan mencakup banyak sekali pelukis dalam dan luar negeri, mulai dari basuki abdullah, dullah, s. sudjono, bonnet, lee man fong dan banyak lagi. objek berkisar dari landscape, human interest, still life dan tentu saja : wanita cantik ( dlm keadaan berpakaian, setengah berpakaian dan bugil ). BK pada waktu senggangnya, masih sempat utk melakukan putar-putar istana melakukan cek rutin pada koleksi2nya. kalau ada yg rusak, akan dia perbaiki sendiri. bahkan dia punya orang khusus utk merawat koleksi2nya. hal ini terdokumentasi pada epilog yg disertakan di bawah.

koleksi ini direpro dari buku yang terawat baik, lengkap dengan kotak penutup bukunya. buku ini aku dapatkan sewaktu membantu teman membelikan buku tsb dari supplier buku langganan adik ku. koleksi 5 buku tsb seharga 5 jt. sebelum diambil yang punya, aku menyempatkan diri utk melakukan repro. semua halaman dipotret, disunting ulang dan ditambahkan index pada halaman belakang. buku ini sebenarnya bukan barang baru, sekitar 25 tahun lalu, aku mendapatinya di tetangga depan rumah dan membuka halaman demi halaman secara sembunyi2.

ada kemungkinan buku ini ada copyright nya, oleh karena itu saya meminta maaf sebelumnya kepada pihak penerbit / panitia proyek buku ini. semata-mata kegiatan reproduksi dan mendistribusikan kembali hasilnya kepada publik dalam format pdf, saya lakukan utk menyebarkan produk seni yg berkualitas sangat baik untuk semua orang. tidak semua orang bisa membeli buku mahal ini. sembari mengingatkan kembali, bahwa BK dalam perjalanan hidupnya, pernah mengangkat kesenian pada level yang tinggi pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

selamat menikmati.
Buku 1
Buku 2
Buku 3
Buku 4
Buku 5

================================epilog==============================

cuplikan ini diambil dari buku ini.

waktu : jakarta tahun 1964
tempat : istana merdeka
acara : keliling kontrol lukisan
yang hadir : bung karno, pak adung, pak sueb, guntur

saat itu aku sedang asyik-asyiknya telepon seorang temanku wanita di jakarta. jam menunjukkan waktu sekitar jam 3 sore. aku telpon sambil tidur-tiduran sembari makan tebu yang sudah dipotong-potong kesukaan ku. sadang asyik-asyiknya ngobrol tiba-tiba bapak masuk.

– eh bapak, aku kira siapa !
+ telpon awe-we ya !
– akh, enggak, teman saja
eh…gini…ya…eh, udah dulu ya soalnya bapak ada perlu sama mas tok, nanti mas tok telpon lagi deh…ok ? oh pasti masa mas tok ngibul….
ada apa pak ?
+ mana kau punya kotak cat lukisan ? bapak mau pinjem.
– sebentar pak aku cari dulu, dulu sih ada di lemari ini, nggak tahu sekarang. soalnya sejak aku di bandung, nggak pernah dipake-pake. mau buat apa sih pak ?
+ aku mau membetulkan lukisan. ada lukisan bapak yang di o-ok-in codot !
( o-ok adalah istilah keluarga untuk hajat besar ).
gafur teledor ! ( sdr gafur adalah petugas yang bertanggung jawab mengenai
pemeliharaan lukisan-lukisan bapak ).

setelah kutemukan kotak cat, bapak mengajakku ke ruang makan tamu yang letaknya di sayap kiri dari gedung ruang istana merdeka. ruang makan ini letaknya bersebelahan dengan ruang makan keluarga tempat kami makan sehari-hari. di situ tergantung lukisan wanita-wanita telanjang dikelilingi bunga-bunga sepatu warna merah karya pelukis Le Mayeur dari Bali. yang menjadi model wanita telanjang pada lukisan itu adalah istri Le Mayeur sendiri yang bernama Ni Polok. ternyata lukisan ini lah yang akan diperbaiki oleh bapak karena pada salah satu sudutnya terkena o-ok codot.

iseng-iseng aku bertanya pada bapak yang sedang tekun memperbaiki lukisannya.

– pak, bu polok di sini kelihatannya kok muda amat ya. yang aku lihat sebenarnya
waktu kita makan-makan di rumahnya di bali kelihatannya sudah tuek ( tua ).
+ biar tua cantiknya tetap
– doyan jamu barangkali
+ tak tahulah, apalagi waktu mudanya….teteknya besar dan bagus bentuknya.
– dari mana bapak tahu ?
+ dulu di zaman belanda ada potretnya.
– kalau yang di lukisan itu teteknya bagus nggak pak ?
+ bagus, buktinya codot juga ingin lihat-lihat sampai-sampai…o-ok !

setelah selesai memperbaiki lukisan ni polok, bapak memeriksa lukisan-lukisan yang berada di ruangan sebelahnya, yaitu ruang makan keluarga.

dalam ruangan ini ternyata tidak ada lukisan yang dio-ok-in codot, kecuali sebuah lukisan dua pengemis, ayah dan anak; yang letaknya agak miring.

sambil memperbaiki letak lukisan bapak berkata :

+ kau tahu mengapa lukisan ini bapak pasang di ruang makan ini ?
– enggak !
+ supaya bapak waktu makan selalu ingat Tuhan yang memberi rezeki pada bapak
dan selalu ingat rakyat indonesia yang masih melarat karena neo-kolonialisme !
…Eh ayok kita ke ruang terima tamu.

sambil menenteng kotak cat aku ikuti bapak menuju ke ruang terima tamu. perlu kita ketahui di sini bahwa ruang tamu ini hingga sekarang masih tetap digunakan sebagai ruang penerimaan tamu oleh pak Harto. Ternyata ruangan ini tidak terdapat lukisan yang kena o-ok codot. dari situ kita ters ke ruangan kantor pribadi dan perpustakaan bapak. ruangan ini letaknya di sayap kanan gedung istana merdeka dan bersebalahan dengan ruangan tamu tadi.

waktu aku masuk mengikuti bapak ke dalam ruangan, sebuah lukisan wanita berkebaya menarik perhatianku, karena seingatku selama ini di sana biasanya bukan lukisan itu yang tergantung. lukisan itu kira-kira panjangnya 2.30 m dan lebar 1.20 m. pelukisnya Basuki Abdullah; wanita yang dilukis menurut perkiraan ku berumur +- 29 tahun – 35 tahun. wajahnya menarik kalau tidak mau dikatakan sangat cantik dan ayu. melihat dari cara dandanan serta raut wajahnya, menurut perkiraan ku ia adalah wanita jawa tengah ( solo ). terdorong oleh keinginan tahu siapa model lukisan itu, aku pun bertanya pada bapak :

– pak, ini modelnya ada betul nggak ?
+ ada…eh, tok, coba panggilkan pelayan suruh turunkan lukisan ini…itu adung, dengan siapa saja salah satu.

para pelayan yang kupanggil waktu itu adalah pak sueb dan pak adung. setelah mereka datang, mereka kemudian menurunkan lukisan dari tembok.

+ Eb, candak ieu gambar ka tempat bapak cukur. sing ati-ati….
– pak, kok diturunin lukisannya ? apa kena o-ok codot ?
+ apa kah tidak lihat ? lha, ini apa di kebayanya.
– oh ya, nggak kelihatan.
( bagaimana akan terlihat oleh ku soalnya aku sudah kesengsem pada wajah
ayu lukisan itu, sehingga tidak memperhatikan ! )

tempat di mana bapak biasa cukur rambut adalah ruang utama dari istana merdeka yaitu hall di mana resepsi-resepsi kenegaraan selalu diadakan. dengan dibantu oleh 2 orang pelayan yang memegangi lukisan tadi, bapak pun mulai membersihkan o-ok codot yang menempel di lukisan dan mengadakan retouching secara teliti. selama proses ini berlansung aku mengajukan lagi pertanyaan-pertanyaan karena terdorong rasa ingin tahu siapa wanita yang menjadi model lukisan itu.

– bapak tadi bilang ini orangnya ada betul, siapa dianya ?

bapak diam saja dan terus tekun bekerja. dengan agak ragu-ragu aku bertanya lagi.

– eh….eh…ini orangnya betul cantik ? ( agak gugup aku bertanya )
+ ya.
– sudah tua ?
+ sedenganlah…
– tua mana sama lukisannya….
+ kira-kira seperti ini lah orangnya.
– persis ?
+ kira-kira !
– mirip-mirip bu har….ya…njawani.
+ cantik mana menurut kau ?
– dua-duanya nggak cantik ( walau pun dalam hati aku akui dua-duanya cantik ).
+ yang cantik itu seperti apa ?
– apa, gimana pak ?
+ contoh wanita cantik menurut kau ini seperti siapa ? …sudahlah ! bintang film
indonesia yang kau anggap cantik siapa ?
– kalau bapak ?
+ kau dulu !
– bapak dulu dong
+ kau dulu !
– ya …deh…nurbany jusuf ! kalau bapak ?
+ dian anggraini atau yah…roosilawaty. waktu mudanya juga boleh lah. cantiknya. menurut mu masa yang dilukis ini tidak cantik ?
– ah..nggak..
+ coba kau perhatikan sorot matanya kan cantik sekali…ya tidak ?
– ya… bagaimana ya…lumayan deh…tapi itu kan karena pak basuki abdullah pintar
melukisnya jadinya bagus.
+ belum lagi bentuk hidung dan bibirnya…ayo….
perhatikanlah..apa pernah kau lihat bentuk yang secantik ini ?
– di bandung banyak pak yang lebih cantik. apalagi di universitas pajajaran. fakultas sastra dan hukum gudangnya ! pokoknya di sana bejibun ! ( berlimpah-limpah ).
+ ya tapi kan tidak secantik ini !
dung, sueb, kumaha, iue geulis henteu ? geulis…nya !
v leres pak !
+ nah…masa begini nggak cantik ?
– aku nggak bilang nggak cantik, tapi lumayan.
+ potongannya menurut mu bagaimana ? ini ia punya bentuk tubuh maksud ku.
– sudah agak gembrot…
+ masa begini kau katakan gembrot ?
kalau mbok citro nah….itu gembrot !
( mbok citro adalah kepala juru masak istana merangkap pengasuh sukma ).
– ini adalah figur putri solo asli ! pernah punya pacar orang solo ?
+ belum ! ( di sini terus terang aku ngibul )
– kalau kau mau cari pacar orang solo, figurnya harus seperti ini…baru namanya
cantik. dan kau tahu kulitnya…bukan main halusnya ! pak basuki pinter melukisnya,
99 % persis seperti aslinya.
+ akh, kok ya biasa saja aku bilang.
– oh kau ini betul-betul bodog ! ( bodoh ! )
+ memangnya dia siapa sih pak ?
– hoho…rahasia ! pendek kata cantik tidak ? ayo…terus terang lah. boleh bandingkan
dengan pacar-pacarmu, kalau memang kau punya !
+ ya cantik pacar aku dong pak !
– ahhhh !…kau ini memang keras kepala seperti ibumu ! terserah maumu !
pendeknya kalau kau lihat dia bugil di atas kasur baru kau tahu betapa cantik dan
mulusnya dia ! ( bugil = telanjang bulat )
+ lho, bapak tahunya dari mana ?
– hoah, hoah, hoah……( bapak tertawa terbahak !)

wanita solo oleh basuki abdullah, buku 3 halaman 32. saya duga, lukisan ini yg mereka bahas sampai panas.

wanita solo oleh basuki abdullah, buku 3 halaman 32. saya duga, lukisan ini yg mereka bahas sampai panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *