Membaca Berita Yang Saya Lakukan

By | June 12, 2018

setelah mengenal dunia internet, saya senang mendapati bahwa berita mudah dan cepat didapatkan. khususnya lagi, bisa gratis. era sekitar 1997-1998 detik.com mulai ramai dan saya termasuk yg sering mampir. itu udah sekitar 20 thn lalu. tak lama setelah detik.com banyak lah portal berita muncul dan mati dalam selang 20 thn tersebut.

dari sekian portal tsb, ada yg merupakan portal berita bawaan dari koran fisik, macam republika.co.id yg merupakan koran online pertama. kebetulan waktu saya sma, bokap langganan republika ( sebelumnya kompas ). thn 1993-1995, saya senang dgn rubrik teknologi republika dan sempat mengumpulkannya. rubrik ini biasanya ada di bagian tengah dgn kapasitas 4 halaman.

singkat cerita, boom dotcom era itu membuat banyaknya portal berita berdatangan dan rata2 umurnya tidak panjang. detik.com sebagai salah satu yg survive, ternyata mempunyai kualitas yang tidak menarik buat saya. terutama utk laptop saya. saking jorok nya iklan yang ada di halaman utama, laptop lansung nyala kipasnya. artinya processing cpu naik dratis, hanya utk merender halaman detik.com. sejak saat itu, saya mulai menghindarinya.

untung lah ada portal antaranews.com yang memuat berita secara cepat, bertanggungjawab dan nyaris gak ada iklan. saya sempet lama berlangganan RSS feed nya. tapi…pada akhirnya membaca secara membabi buta dalam jam kerja, membuat waktu saya banyak terbuang. berita online memang cepat membawa informasi, tapi utk apa gunanya buat saya. mau cepat atau lambat, emang efeknya apa ?

kecepatan informasi kadang membuat berita yg masuk jadi tidak imbang, tidak kaya dan sekenanya saja. akhirnya ini membuat waktu saya jadi makin terbuang sia-sia. apalagi kalo portal yg menerapkan click bait, judulnya apa, isinya apa. juga macam tribunnews yg memaksa kita melakukan klik utk halaman berikutnya karena beritanya dipenggal2 menjadi 2 – 3 paragrap saja.

ok. sudah saatnya saya menghargai waktu atau menggali informasi secara bijak secara optimal. ini langkah yg saya lakukan :

  1. langganan koran. saat ini saya berlangganan 4 koran ( 2 terbitan jakarta, 1 bandung dan 1 yogya ).
  2. koran ini berwujud epaper yg setiap hari rutin saya arsip ( pada dasarnya karena hobi bikin kliping )
  3. sebisa mungkin, membaca koran ini dilakukan setelah sholat subuh dan selesai sekitar jam 8 pagi.
  4. semua info yg ada, yg menarik atau perlu penelurusan lebih lanjut, biasanya saya tandai dan dicatat. dgn demikian info tsb tidak akan terlupakan begitu saja.
  5. arsip epaper tadi dikumpulkan dalam satu tempat utk diindex. ada format epaper yg tidak bisa diindex, namun bisa diakalin dgn melakukan proses OCR. memang melelahkan, tapi bakal banyak gunanya.
  6. hasil index tsb bisa diquery dgn keyword tertentu. tepatnya, saya membuat portal knowlegde archive yg searchable.
  7. portal ini hanya bisa diakses dari lingkungan intranet saja. mengingat kalo dibuka utk umum akan jadi masalah copyright.

 

dengan 8 langkah ini, saya mulai merasa informasi yg masuk lebih terkontrol. berita gak jelas, hoax dan sampah, tidak perlu saya baca apalagi proses. cukup info yg kredible dan menarik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *