Toko Kelontong dan Rokok

By | November 25, 2017

rokok sepertinya udah jadi keseharian orang indonesia, apa pun jenis rokoknya. di sekitaran keluarga, yg merokok termasuk sedikit. ayah saya tidak merokok ( dan oleh sebab itu, saya juga tidak merokok ). yg ngepul terus adalah almarhum mbah. rokoknya pun kretek : gudang garam merah. jenis rokok yg selalu saya lihat waktu lagi ada renovasi rumah : tukang bangunan selalu pake ini. tapi setelah mbah masuk rumah sakit gara2 bermasalah dgn paru-parunya, dia berhenti total.

ok, itu baru pengamatan sekilas. 2 hari lalu saya berkunjung tempat kawan. saat ini dia buka toko kelontong. isinya tokonya ramai. saya duduk ngobrol di belakang mesin kasir sembari dia melayani pelanggan. yg datang tentu saja macam2 : ibu2 rumah tangga, karyawan, anak sekolah, supir dan petani. yes, ada petani karena ini emang masih daerah pertanian ( lokasi di kabupaten bandung barat ).

obrolan ringan berlanjut. sehari omzet tokonya 10 jt. dari 10 jt itu, rokok terjual 5 jt. what ? jadi minyak goreng, sabun, terigu, beras, pembalut, es krim, itu gak ada apa2nya dibandingkan rokok. 5 jt per hari, separo omzet toko berasal dari rokok.

luar biasa. saya tidak menyangka sampe segini banyaknya sales per hari. saya selama ini hanya manggut2 membayangkan pendapatan pemerintah dari cukai rokok. juga manggut2 melihat kota kediri yg gudang garam kukuh berdiri di situ. hanya manggut2. tapi begitu tahu dari obrolan di toko ini, anggukan saya makin dalam….

pantas lah kenapa banyak perang proxy antara rokok + tembakau dgn yg anti terhadap rokok + tembakau. sudah bbrp buku ttg rokok yg saya baca, memang terlihat ada gerakan cukup masif utk mengerem penjualan rokok. utamanya adalah persaingan bisnis, dgn isue kesehatan jadi gincu nya.

ok lah….saya kembali manggut2…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *