Dua Wasiat BK

By | June 7, 2017

Cerita ttg BK memang tidak ada habisnya. Dalam sebuah buku dokumentasi surat menyurat antara BK dan BH yg dikurasi oleh mochtar lubis, terdapat lampiran menarik. Di situ ada dua wasiat BK ttg kuburannya kelak.

Summary :

1. Ada dua wasiat berbeda ttg kuburan BK. Dia menginginkan di dalam kebun raya bogor, tepat di bekas pemandian yg berbukit. Sedangkan di wasiat satunya lagi, lebih sederhana : di bawah pohon rindang.

2. Wasiat tsb dibuat pada tahun yg berbeda : 1962 dan 1965.

3. Beliau menghendaki dua istrinya utk mendampinginya dalam peristirahatan terakhir. Hanya dua istri yg disebut : hartini dan ratna dewi. Hartini disebut pada tahun 1965 dan ratna dewi di 1962.

Analisa :

1. Hartini adalah istri BK setelah fatmawati, seorang janda anak 5 waktu “ditemukan” BK. Sedangkan ratna, belum menikah waktu jumpa BK. Rentang dua istri ini cukup jauh, baik dari sisi umur dan karakter. Ratna adalah seorang istri yg berusaha mengimbangi BK dari segala sisi, terutama intelektual. Sedangkan hartini adalah tipikal istri pengabdi, khas jawa tulen. Lalu kenapa hartini justru disebut pada tahun 1965 ? Tahun nahas buat BK, di mana semua puncak masalah politik meletus di situ. kenapa hartini disebut belakangan ? Saya hanya berspekulasi : bahwa pada akhirnya yg mencintai BK apa adanya, apa pun kelakuannya adalah hartini. Saat semua istri2 sudah minggir ( baik disuruh minggir oleh BK, atau minggir sendiri ) ternyata hanya hartini yg masih bersedia menemani sampai ajal tiba.

2. Dlm sebuah buku diary yg ditulis oleh rosihan anwar, pernah ditulis dlm sebuah event, semua istri BK muncul. Ntah disengaja ntah tidak. Yg jelas, BK merah padam. Rosihan hanya berkomentar : dari semua istri BK, ternyata hartini lah yg paling bisa merawat diri. Ini pengamatan laki2 normal. Saya cuma lagi2 berspekulasi : dlm akhlak yg baik, akan terpancar ke raga dlm bentuk yg baik pula. Hartini, seorang perempuan jawa pengabdi, dgn akhlaknya yg baik memancarkan sinar kebaikan dari wajahnya. Ok lah, ini lebai. Tapi saya percaya hal tsb.

3. BK memang senang tinggal di istana bogor. Saya tdk tahu apa yg membuat dia tertarik dikuburkan di bekas pemandian. Yg jelas, sekliling istana bogor memang semuanya dikelilingi pohon rindang. Jadi ttg tempat, sebenarnya tdk ada perubahan. Dia tetap ingin di bawah pohon.

Wasiat tinggal wasiat. Pada akhirnya orde baru memutuskan utk menguburkan BK jauh dari wasiatnya. Tidak di bawah pohon, tidak jg di sekeliling istrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *