Lelaki Harimau

By | January 15, 2017

image

terus terang, saya membeli buku ini karena pengaruh “iklan” yaitu berupa banyak nya review positif. setelah pegang bukunya, terlihat turun cetaknya emang udah banyak. hmm….jadi ini buku bagus kah ? kadang persepsi review positif dan ditambah dgn turun cetak yg banyak lansung membuat persepsi : ini pasti bagus dan renyah.

ok. sekitar 3 – 4 bulan lalu, saya sudah ingin membeli buku ini. dan tidak sekedar itu, saya telusuri siapa penulisnya dan spt apa latar belakangnya. eka kurniawan berasal dari tasik selatan, tepatnya cipatujah lalu kuliah di ugm. hanya sesingkat itu yg saya ingat.

berhubung sudah kelar baca, saya perlu menulis review nya agar saya sendiri tidak lupa apa isi dan kesan pertamanya. lelaki harimau dari sisi judul lansung mengingatkan saya dgn : harimau !! harimau !! oleh muchtar lubis. tapi buku eka kurniawan ini tidak bercerita harimau secara harfiah. sedangkan buku pak muchtar lubis memang bercerita ttg pemburu damar yg berurusan dgn harimau sumatra.

ini adalah cerita thriller yg dimulai saat korbannya mati dan yg membunuhnya pun lansung mengaku dan dijebloskan ke penjara koramil sebelum dibawa ke polisi. membunuhnya pun sangat keji : menggigit leher, memotong urat nadi dan melepehkan daging yg tercabut ke lantai. tanpa senjata.

dari sini lah cerita background dibangun dengan sangat rinci, seperti nonton Criminal Intent versi bobi sebagai detektif utamanya. latar utama yg digali adalah sengkarut keluarga pada alam pedesaan pinggir pantai yg dilewati kereta api. sungguh kuat dugaan saya TKP nya adalah pengandaran ( yg satu2nya “kota” selatan jawa barat yg punya stasiun kereta ).

sengkarut ini bermula dari perjodohan yg tidak berjalan mulus yg menyebabkan sang istri tidak sudi melayani suaminya dgn baik yg pada akhirnya menyebabkan suami jadi ringan tangan. dari kondisi ini lahir 2 anak yg sehari2 bisa menyaksikan kekejaman ayahnya. sudah bisa diduga, anak laki2 tsb ( Margio ) tumbuh menjadi antagonis ayahnya sendiri. tapi itu bukan puncaknya : istrinya malah menyeleweng dan bunting. tangan makin melayang dan akhirnya bayi lahir prematur dan dalam waktu 7 hari mati merana.

lalu berlanjut kepada kematian berikutnya : ayah kejam tsb mati karena sakit tidak lama setelah bayi tsb dikubur. bahkan kematiannya pun ditolak bumi ala cerita dari majalah yg gambar cover nya selalu berurusan dgn mayat dan kuburan. lalu pria tetangga yg menghamili perempuan tsb dibunuh oleh Margio, karena pria tengik tsb tidak mau menikahi ibunya. plus ditambah sengkarut bahwa anak gadis pria tengik tsb adalah kekasih dari Margio.

satu hal yg membuat penulisan eka kurniawan beda adalah pemilihan diksi nya. ada bbrp kosa kata yg saya tidak paham dan nampaknya cuma penulisnya lah yg mengerti. misalnya ada jenis tanaman yg disebut sebagai anak nakal. kata lainnya : ajak. apakah ajak ? setelah bbrp lembar dan berkali2 disebut, saya akhirnya tahu. bahwa ajak adalah anjing penburu babi. sangat terbalik dgn andrea hirata yg sangat gemar memajang nama latin tanaman seantero tetralogi laskar pelanginya.

saya coba menyelami alam yg menjadi latar belakang di mana cerita ini dibangun. termasuk urusan harimau nya. setelah bergaul sana sini, saya akhirnya menyadari bahwa harimau dalam alam bawah sadar masyarakat sunda adalah sosok penting dan dihormati. seperti juga di sumatra barat, bahkan kami biasa menamainya datuk atau inyiak. di alam sunda ada sosok prabu siliwangi yg dikabarkan moksa dan para prajuritnya berubah jadi harimau putih. lukisan dramatis proses moksa ini bisa dilihat pada museum sri baduga di bandung ( di dalam bilik dgn pintu besi yg tebal ).

harimau putih tsb unreal. tidak ada di alam nyata sehari2, hanya mitos. namun utk sebagian orang, ini bukan mitos. silahkan bertanya kepada orang2 yg sering jalan ke garut selatan, tepatnya hutan sancang. harimau2 putih ini dikabarkan sering muncul di sana. buku ini membahas harimau putih juga namun dalam bentuk sbg khadam turunan dari kakek moyang. harimau ini masuk ke dalam tubuh dan siap “bekerja” jika dibutuhkan atau dlm keadaan terdesak. kelak pada pembunuhan dgn cara mengigit leher itu lah, Margio menyebut bukan saya yg melakukan tapi harimau putih lah yg mengigitnya.

Margio sebagai sosok utama dlm novel ini sebenarnya laki2 yg sungguh tragis jalan hidupnya. punya keluarga compang camping, miskin, gagal dlm cinta dan ujungnya jadi pembunuh. satu2nya kesenangan hanya lah berburu babi.

satu hal yg perlu saya catat. jika umar kayam berhasil membangkitkan selera makan kalo dia sudah bercerita ttg makananan, maka eka kurniawan jg melakukan hal yg sama dalam urusan tempat tidur. dia bisa sedemikian detail, so be ware hehehehe…

2 thoughts on “Lelaki Harimau

  1. Marizal

    halo dod…gw udah beli novel ini bbrp bulan yang lalu.
    Berbulan-bulan. Belom selesai juga. Padahal gak terlalu tebal lah. Boleh dibilang tipis untuk seukuran novel. Gak tau kenapa mungkin sok sibuk aja kale…heheh..
    Gw lihat sih gaya penulisannya Eka mirip novelnya Gabriel Garcia Marquez (Tumbangnya Sang Diktator).

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *