Bukit Tinggi dan Danau Misterius

By | March 15, 2013
danau surut @ngalau kamang 1994

danau surut @ngalau kamang 1994

Pada tahun 1971, pak mochtar lubis pernah membuat artikel dlm tajuk harian Indonesia Raya  ttg Bukit Tinggi. Artikel ini berupa ajakan yg disampaikan dedengkot Geologist : pak MT Zen, di mana waktu itu beliau menghimbau pemerintah utk mendirikan Institut Teknologi Mineral di bukit tinggi. Himbauan pak MT Zen ini tentu bukan tanpa alasan. Tentu banyak hal yg menarik yg dapat ditemukan di sana.

Selang 40 thn berselang, ITM tak pernah berdiri di bukit tinggi dan kebetulan ada satu geologist senior : pak andang bachtiar yang datang berkunjung ke daerah pelosok bukit tinggi, yaitu Kamang. Artikelnya ada di majalah tempo di awal maret 2013. Orang sekitaran sini biasanya menyebutnya Tarusan Kamang. Pak andang membuat artikel ttg uniknya danau yg kadang lenyap, kadang ada. Ini terkait dgn uniknya Karst yg ada di sana, plus adanya sungai bawah tanah yg selama ini jadi tempat menghilangnya air atau sebaliknya, menyuplai air.

kandang sapi @kamang 1994

kandang sapi @kamang 1994

Tempat ini, buat saya pribadi adalah tempat yg wajib saya kunjungi kalo lagi pulang kampung. Kebetulan ini bisa ditempuh dgn sepeda dari desa ku. Danau ini, kalo lagi ada airnya, jadi tempat yg menyenangkan, tapi ada titik tertentu dari danau ini yg “gak boleh” didatangi karena konon titik ini tempat air hilang dan datang. Titik ini jika didatangi sewaktu air hilang, hanya berupa kumpulan batu yg tersusun dgn celah yg lumayan besar sebagai jalur hilangnya air. Waktu mendapati susunan batu tsb, saya tidak bisa membayangkan bahwa ada sungai di bawahnya. Saya hanya mendengar desas desus bahwa ada orang yg hilang di sana, ditemukan malah di bukit seberang, tanpa kita pernah tahu gimana mayatnya bisa terangkut sedemikian jauh.

Begitu airnya lenyap, dasar danau jadi padang rumput yg luas. Ternak dan kandangnya bisa diletakkan di sana. Dan anak2 pun bisa puas main bola sampe capek. Danau ini sangat cocok utk tetirah, sayang gak ada penginapan di sini.

Kamang itu sendiri bukannya tanpa sejarah. Terdapat sebuah monumen tepat di pintu masuk desa tsb utk memperingati pemberontakan desa terhadap policy londo. Kalau awal perjuangan pangeran Dipenogoro diawali oleh ketersinggungan tanah leluhurnya dirampas, kalau Kamang adalah karena pajak yg makin hari makin memberatkan. Dlm peristiwa ini, banyak yg meninggal. Tapi saya tidak tahu lebih detil lagi, lebih baik menunggu ES Ito menuliskannya dlm novel 🙂

Sekedar pelengkap, kalau tuan2 ingin mengunjungi danau unik ini, utk mencapainya cukup mudah. Dari bukit tinggi ambil jalan ke arah payakumbuh, lalu sekitar 500 mtr dari pusat kota, ada pertigaan “berlampu merah” kedua, ambil kiri. Dari sini tinggal lurus ikuti jalan, ujungnya akan ketemu dgnKamang. Dlm perjalanan, anda akan mendapati dua desa ngetop lainnya, yaitu Sanjai dan Kapau. Tahu kan produk2 yg dihasilkan dua desa legendaris ini ? Tapi anda tidak akan menjumpai restoran Kapau di desa asalnya. Desa ini sepi dan kemungkinan besar orang muda nya sudah berniaga di pulau seberang.

Tidak ada Institut Teknologi Mineral di sini setelah 40 thn tercetus idenya, yg ada hanya danau pasang surut dan hamparan barang tekstil di Pasar Ateh. Kota ini tak pernah jadi kota pendidikan tapi perdagangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *