Nur Abdullah

By | January 27, 2013

posting menarik dari bang MAB :

Melanjutkan sedikit tentang Nur Muhammad.

Kebetulan malam minggu ada acara Mauludan di Masjid Dakwah kampus USU yang dihadiri dosen, mahasiswa, dan penduduk setempat.

Yang tidak hadir tentu saja, mereka yang punya kesibukan lain atau
mungkin mereka yang tidak sepakat untuk Mauludan dalam bentuk apapun — tanpa harus disebutkan kaumnya, kita hormati saja pendapat mereka.

Penceramah, Ustadz Shahibul Amri, menjelaskan bahwa di dalam ayahanda Nabi saw, Abdullah, mempunyai cahaya tertentu pada penampakannya. Cahaya tersebut, selain juga wajahnya yang tampan, menyebabkan beliau begitu diidolai oleh gadis-gadis setempat untuk dijadikan suami.

Abdullah kemudian menikah dengan Aminah.  Dan ketika Aminah mengandung, Abdullah tidak lagi digandrungi oleh para gadis. Mereka seperti kehilangan “syur”, karena cahaya tersebut telah berpindah ke perut Aminah.

Sumber: Ustadz Shahibul Amri yang menyatakan hal ini ada di Sirah
Nabawi karya Ibnu Hisyam. Selengkapnya silakan dibaca sendiri.

Percaya pada yang ghaib memang merupakan bagian keimanan, namun tentu itu tidak lantas berarti seluruh hal ghaib yang diceritakan patut dipercayai.

Banyak pengalaman spiritual/batiniyah yang tidak dapat dicarikan bukti tekstualnya, karena terkadang yang mengalaminya juga tidak mampu (atau mau) melukiskannya dengan kata-kata.

Jadi, ada atau tidak ada Nur Muhammad dikembalikan kepada kadar pengetahuan & kepercayaan pembaca. Sependek pengetahuan saya, kepercayaan mengenai Nur Muhammad ini bukanlah hal yang pokok dalam keimanan.

Dan demi kedamaian marilah tidak menghakimi kepercayaan muslim yang lain. Siapapun yang sudah bersyahadat adalah muslim, karena kita tidak pernah bisa membelah dadanya untuk mengkonfirmasi keimanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *