Panjujugan

By | February 6, 2019

Per hari imlek kemaren, kami mengadakan kulap. Rekan2 saya kali ini semuanya dari jurusan biologi. Kulap itu istilah mereka utk kuliah lapangan yg kerjanya muter2 ke berbagai area. Mencatat berbagai hal, mulai dari serangga hingga kekelawar.

Yg kami samperin kemaren adalah panjujugan. Tempat ini lebih terkenal dgn sebutan cilembu. Siapa yg gak kenal ubi cilumbu ? Pasti tahu semua. Nah lokasi pajujugan ini persis berada di cilembu.

Apa sebenarnya yg kami kulapkan di sini ? Kami mendapatkan tawaran yg sulit ditolak : kerjasama pengolahan lahan.

Tapi bukan itu yg hendak saya ceritakan, tp ttg penjujugan itu sendiri. Lokasi area “wisata” nya sangat luas, sekitar 60 ha dgn aneka tanaman tersedia di sana. Mulai dari pinus, nanas, lengkeng, manggis, kopi, kacang mete dan tentu saja ubi.

Kami cuma berkeliling pada titik-titik tertentu saja setelah mendapatkan briefing lansung dari pemiliknya, yaitu pak jajat dari biologi 76.

Salah satu yg menarik buat saya adalah masih baiknya kondisi ekosistem yg ada. Saya sebut “masih” krn bbrp dekade lalu area ini gersang dan kondisi mata air nya menghilang. Skrg kondisinya sudah jauh lebih baik.

Ini bbrp serangga yg tertangkap oleh mata :

Bravo utk pak jajat yg sudah berupaya keras utk mendapatkan “sekeping surga” dan membuatnya bermanfaat bagi banyak orang.

Hello world 2019

By | February 6, 2019

setelah lebih dari setengah tahun gak posting apa2, rasanya gatel juga. sebenarnya banyak yg bisa diposting, tapi ya begitu lah. yg namanya istiqomah itu emang sulit luar biasa.

salut kepada pak budi raharjo yg bisa maintain blog secara rutin dalam rentang waktu tahunan tanpa henti sama sekali. itu suatu pencapaian. karena menulis secara rutin, walau pun recehan sekali pun, itu tetap sebuah effort.

sebenarnya, saya tidak berhenti mengetik cuma pindah channel aja. cuma kadang, utk mengungkapkan sesuatu yg agak panjang, tetap perlu menulis blog spt ini.

ok lah.

ok sip.

Membaca Berita Yang Saya Lakukan

By | June 12, 2018

setelah mengenal dunia internet, saya senang mendapati bahwa berita mudah dan cepat didapatkan. khususnya lagi, bisa gratis. era sekitar 1997-1998 detik.com mulai ramai dan saya termasuk yg sering mampir. itu udah sekitar 20 thn lalu. tak lama setelah detik.com banyak lah portal berita muncul dan mati dalam selang 20 thn tersebut.

dari sekian portal tsb, ada yg merupakan portal berita bawaan dari koran fisik, macam republika.co.id yg merupakan koran online pertama. kebetulan waktu saya sma, bokap langganan republika ( sebelumnya kompas ). thn 1993-1995, saya senang dgn rubrik teknologi republika dan sempat mengumpulkannya. rubrik ini biasanya ada di bagian tengah dgn kapasitas 4 halaman.

singkat cerita, boom dotcom era itu membuat banyaknya portal berita berdatangan dan rata2 umurnya tidak panjang. detik.com sebagai salah satu yg survive, ternyata mempunyai kualitas yang tidak menarik buat saya. terutama utk laptop saya. saking jorok nya iklan yang ada di halaman utama, laptop lansung nyala kipasnya. artinya processing cpu naik dratis, hanya utk merender halaman detik.com. sejak saat itu, saya mulai menghindarinya.

untung lah ada portal antaranews.com yang memuat berita secara cepat, bertanggungjawab dan nyaris gak ada iklan. saya sempet lama berlangganan RSS feed nya. tapi…pada akhirnya membaca secara membabi buta dalam jam kerja, membuat waktu saya banyak terbuang. berita online memang cepat membawa informasi, tapi utk apa gunanya buat saya. mau cepat atau lambat, emang efeknya apa ?

kecepatan informasi kadang membuat berita yg masuk jadi tidak imbang, tidak kaya dan sekenanya saja. akhirnya ini membuat waktu saya jadi makin terbuang sia-sia. apalagi kalo portal yg menerapkan click bait, judulnya apa, isinya apa. juga macam tribunnews yg memaksa kita melakukan klik utk halaman berikutnya karena beritanya dipenggal2 menjadi 2 – 3 paragrap saja.

ok. sudah saatnya saya menghargai waktu atau menggali informasi secara bijak secara optimal. ini langkah yg saya lakukan :

  1. langganan koran. saat ini saya berlangganan 4 koran ( 2 terbitan jakarta, 1 bandung dan 1 yogya ).
  2. koran ini berwujud epaper yg setiap hari rutin saya arsip ( pada dasarnya karena hobi bikin kliping )
  3. sebisa mungkin, membaca koran ini dilakukan setelah sholat subuh dan selesai sekitar jam 8 pagi.
  4. semua info yg ada, yg menarik atau perlu penelurusan lebih lanjut, biasanya saya tandai dan dicatat. dgn demikian info tsb tidak akan terlupakan begitu saja.
  5. arsip epaper tadi dikumpulkan dalam satu tempat utk diindex. ada format epaper yg tidak bisa diindex, namun bisa diakalin dgn melakukan proses OCR. memang melelahkan, tapi bakal banyak gunanya.
  6. hasil index tsb bisa diquery dgn keyword tertentu. tepatnya, saya membuat portal knowlegde archive yg searchable.
  7. portal ini hanya bisa diakses dari lingkungan intranet saja. mengingat kalo dibuka utk umum akan jadi masalah copyright.

 

dengan 8 langkah ini, saya mulai merasa informasi yg masuk lebih terkontrol. berita gak jelas, hoax dan sampah, tidak perlu saya baca apalagi proses. cukup info yg kredible dan menarik saja.

Ternak Kambing Cara Sederhana

By | March 4, 2018

Tadi malam terdampar di sebuah teras rumah. Persis depan rumah ada bbrp kandang kambing. Tuanrumah, tentu saja sang juragan kambing.

Umur sudah 60an, menerima kami tanpa baju. Mungkin gerah. Rokok tak pernah lepas. Pengakuannya sehari 6 bungkus. Djarum Super dan kopi lampung tersaji.

Dia sudah 29 thn beternak kambing dan tidak bisa baca tulis. Saya cek ke kandang, terlihat gemuk-gemuk. Kandang bersih. Saya datang jam 22 dan para kambing ini masih sibuk memamahbiak.

29 tahun ngurusin kambing dan dia buanyak memberikan tips n trik. Apakah dia peternak sukses ? Kalo dilihat iya. Dia hanya menjual kambing utk hari raya idul adha dgn harga kisaran 2-3 jt per ekor.

Begini tips n trik yg udah dia lakukan selama 29 thn :

1. Per kandang hanya ada satu jantan. Populasi sekitar 20-30 ekor per kandang.

2. Jantan diikat pake tali. Dia hanya bisa bergerak radius 2-3 meter. Walau pun demikian,semua betina bunting. Artinya, para betina ini nyamperin jantan.

3. Makanan berupa rumput biasa diberikan setiap jam 16. Tidak diberi air. Hanya rumput dan ditebar garam secukupnya.

4. Jam makan adalah jam 16 sampai pagi. Begitu pagi semua rumput diambil ( jika tersisa ). Kolong kandang dibersihkan. Di jam tsb kambing menjadi pengangguran. Duduk lesehan sambil terus mengunyah ( tanpa hidang rumput ).

5. Done. Repeat.

Pak juragan menekankan bahwa metode yg paling penting adalah pembatasan jam makan. Jam 6 -16, kambing gak dikasih apa2. Hal ini agar makanan yg semalam bisa terserap baik oleh tubuh. Pas jam makan, silahkan makan sepuasnya.

Hal ini sudah dilakukan lebih dari 20 thn dan terbukti menghasilkan kambing yg gemuk dan sehat. Tahun lalu dia menjual 200 kambing. Kegiatan harian hanya bersih2 kandang dan nyari rumput. Dia dibantu anaknya utk dua hal tsb.

Dgn ketidakmampuan baca tulis, belajar otodidak dan trial error, dia bisa berhasil. Pola hidupnya pun saya liat sederhana saja. Ngurus kambing, sisanya santai di rumah. Tidak repot. Sederhana sekali. Kehidupannya terpenuhi. Saya tdk sempat bertanya apakah anak2nya selesai kuliah. Saya rasa itu bukan hal penting, yg penting adalah sandang pangan papan terpenuhi.

Lokasi : panimbang, pandeglang.

QOTD 20180217

By | February 17, 2018

Umur adalah jarak perjalanan
Tahun-tahun adalah fase nya
Bulan-bulan adalah farsakh nya
Hari-hari adalah mil nya

Nafas adalah langkah nya
Ketaatan adalah harta nya
Waktu adalah modal nya

Hawa nafsu dan keinginan adalah perampok dlm perjalanan

— al ghazali dlm ringkasan ihya ulumiddin

Toko Kelontong dan Rokok

By | November 25, 2017

rokok sepertinya udah jadi keseharian orang indonesia, apa pun jenis rokoknya. di sekitaran keluarga, yg merokok termasuk sedikit. ayah saya tidak merokok ( dan oleh sebab itu, saya juga tidak merokok ). yg ngepul terus adalah almarhum mbah. rokoknya pun kretek : gudang garam merah. jenis rokok yg selalu saya lihat waktu lagi ada renovasi rumah : tukang bangunan selalu pake ini. tapi setelah mbah masuk rumah sakit gara2 bermasalah dgn paru-parunya, dia berhenti total.

ok, itu baru pengamatan sekilas. 2 hari lalu saya berkunjung tempat kawan. saat ini dia buka toko kelontong. isinya tokonya ramai. saya duduk ngobrol di belakang mesin kasir sembari dia melayani pelanggan. yg datang tentu saja macam2 : ibu2 rumah tangga, karyawan, anak sekolah, supir dan petani. yes, ada petani karena ini emang masih daerah pertanian ( lokasi di kabupaten bandung barat ).

obrolan ringan berlanjut. sehari omzet tokonya 10 jt. dari 10 jt itu, rokok terjual 5 jt. what ? jadi minyak goreng, sabun, terigu, beras, pembalut, es krim, itu gak ada apa2nya dibandingkan rokok. 5 jt per hari, separo omzet toko berasal dari rokok.

luar biasa. saya tidak menyangka sampe segini banyaknya sales per hari. saya selama ini hanya manggut2 membayangkan pendapatan pemerintah dari cukai rokok. juga manggut2 melihat kota kediri yg gudang garam kukuh berdiri di situ. hanya manggut2. tapi begitu tahu dari obrolan di toko ini, anggukan saya makin dalam….

pantas lah kenapa banyak perang proxy antara rokok + tembakau dgn yg anti terhadap rokok + tembakau. sudah bbrp buku ttg rokok yg saya baca, memang terlihat ada gerakan cukup masif utk mengerem penjualan rokok. utamanya adalah persaingan bisnis, dgn isue kesehatan jadi gincu nya.

ok lah….saya kembali manggut2…..

Sekelumit Sistem Resi Gudang

By | November 25, 2017

sistem resi gudang ( srg ) sudah agak lama ada, mulai 2006. sistem ini dihandle oleh bappepti. brosurnya dapat diunduh di sini. setelah membaca dan mendalami, ada bbrp hal yang jadi pemikiran :

  1. srg dibangun agar petani dapat menyimpan hasil panennya. bukan utk dijual karena saat panen raya ( biasanya harga jatuh ).
  2. dgn penyimpanan, petani pegang resi gudang utk selanjutnya dapat diagunkan ke bank utk memperoleh modal utk musim tanam berikutnya.
  3. setelah browsing ke bbrp bank yg menerima agunan resi gudang dan juga nilai tukar petani, rasanya ada yg gak masuk hitungan.
  4. nilai tukar petani kadang di bawah 100. artinya kalo di bawah 100, hasil panen tidak bisa mencukupi kebutuhan petani dan modal tanam berikutnya.
  5. agunan resi gudang diterima bank lalu dapat dikucurkan pinjaman senilai 70 % nilai agunan.
  6. simpan barang di gudang, tidak gratis. ada biayanya. saya coba install SRG mobile ( hanya ada di playstore ) utk dapat memperoleh simulasi biaya. sayangnya aplikasi tsb tidak dapat digunakan utk user baru. saya coba register selama 2 hari, failed dgn alasan koneksi internet. alasan yg tidak masuk akal mz.
  7. saya coba menghubungi BJB via web tapi udah 3 hari web nya mati gak jelas. menghubungi BSM, cuma blum ada callback. saya mau tahu sistem agunan dan kredit yg ditawarkan dari srg ini. info srg jg ada di bank jateng dan jatim.
  8. permasalahannya adalah : nilai 70 % tersebut tidak akan banyak berguna utk musim tanam berikutnya  + kebutuhan petani sehari2 + biaya simpan srg. karena nilai 70 % tersebut tidak cukup ! lihat saja nilai tukar petani yg kadang di bawah 100. nilai 70 % tadi baru dapat berguna JIKA penyimpanan hanya berlaku dlm masa singkat, misal 1 – 2 bulan saja. lalu nilai komoditas naik dan dijual. asumsinya dgn kenaikan tsb nilai tukar petani sudah di atas 100, misalnya 110 atau 120. itu baru masuk.
  9. permasalah klasik lainnya : utk sampe ke gudang, komoditas harus memenuhi standard yg lumayan ketat ( ini baik utk petani agar proses pasca panennya diperbaiki ) dan juga errr…biaya logistik dari lokasi petani ke gudang. ternyata jumlah gudang belum banyak. sekitaran bdg hanya ada di cianjur dan tasik. misalnya saya nanem sawah di garut, maka harus bawa hasil panen ke tasik. ini biaya lagi. ntah lah gimana apakah nanti hitungan2nya masih masuk apa ndak.
  10. apa pun itu, srg ini akan membantu petani punya dana cadangan. menjual saat harga baik / tinggi adalah impian semua petani. dan itu bisa dijembatani dgn srg ini.
  11. done.

 

Penggunaan Biogas

By | November 25, 2017

gara2 ngobrol pagi dgn dikshie, terpikir skema listrik renewable :

  1. bloomenergy mengeluarkan produk pembangkit listrik fuel cell. klaimnya ini fuel cell yg murah. benda ini bisa beroperasi dgn “pasir” dan gas. alat ini menggantikan fungsi ups, genset dan sumber jala2 listrik. semua dalam satu perangkat.
  2. gas kebutuhkan pembangkit tsb dapat disupply dari biogas.
  3. biogas bisa berasal dari kotoran sapi.
  4. jadi yang terpikir adalah jika ada sebuah desa dgn jumlah sapi yg lumayan. kumpulkan kotorannya, olah jadi biogas. lalu gas ini difeed ke sistem pembangkit dan jadi lah listrik renewable.
  5. distribusikan listrik ini ke desa2 atau kalau surplus, jual ke pln 🙂

 

Aneka Posting

By | November 25, 2017

beberapa aneka posting :

  1. spontan : liat barang bagus, potret. posting dan kasih caption.
  2. spontan mikir : lagi melamun, mikirin sesuatu dan terpikir sesuatu yg penting ( atau tidak penting ). lalu posting.
  3. terpaksa : habis baca buku, harus menulis ringkasan / kesan terhadap buku tersebut. biar lebih lekat di kepala.
  4. resensi musik : musik dalam konser, musik album baru, musik album jadul, new artist, atau apa lah itu. komentar…dan komentar…
  5. resensi makanan : kesan ttg makanan. dan juga minuman yeuh.
  6. kerjaan : posting sesuatu yg harus diingat dlm ngoprek. kalo gak ditulis gampang lupa. nyari2 lagi ke internet padahal udah pernah solved sebelumnya.
  7. new interested things : sesuatu yg baru, menarik utk dipelajari lebih lanjut. diposting dlm rangka utk diingat dan dipelajari lebih jauh.

 

itu aja rasanya. kalo makin ke sini makin jarang posting, itu sebuah resiko. habit menulis itu emang perlu disiplin tinggi. tapi alasan terbaiknya adalah : pas mau nulis, tidak ada perangkat yg mudah dijangkau. akhirnya kelewat dan malah lupa.