QOTD 20180217

By | February 17, 2018

Umur adalah jarak perjalanan
Tahun-tahun adalah fase nya
Bulan-bulan adalah farsakh nya
Hari-hari adalah mil nya

Nafas adalah langkah nya
Ketaatan adalah harta nya
Waktu adalah modal nya

Hawa nafsu dan keinginan adalah perampok dlm perjalanan

— al ghazali dlm ringkasan ihya ulumiddin

Toko Kelontong dan Rokok

By | November 25, 2017

rokok sepertinya udah jadi keseharian orang indonesia, apa pun jenis rokoknya. di sekitaran keluarga, yg merokok termasuk sedikit. ayah saya tidak merokok ( dan oleh sebab itu, saya juga tidak merokok ). yg ngepul terus adalah almarhum mbah. rokoknya pun kretek : gudang garam merah. jenis rokok yg selalu saya lihat waktu lagi ada renovasi rumah : tukang bangunan selalu pake ini. tapi setelah mbah masuk rumah sakit gara2 bermasalah dgn paru-parunya, dia berhenti total.

ok, itu baru pengamatan sekilas. 2 hari lalu saya berkunjung tempat kawan. saat ini dia buka toko kelontong. isinya tokonya ramai. saya duduk ngobrol di belakang mesin kasir sembari dia melayani pelanggan. yg datang tentu saja macam2 : ibu2 rumah tangga, karyawan, anak sekolah, supir dan petani. yes, ada petani karena ini emang masih daerah pertanian ( lokasi di kabupaten bandung barat ).

obrolan ringan berlanjut. sehari omzet tokonya 10 jt. dari 10 jt itu, rokok terjual 5 jt. what ? jadi minyak goreng, sabun, terigu, beras, pembalut, es krim, itu gak ada apa2nya dibandingkan rokok. 5 jt per hari, separo omzet toko berasal dari rokok.

luar biasa. saya tidak menyangka sampe segini banyaknya sales per hari. saya selama ini hanya manggut2 membayangkan pendapatan pemerintah dari cukai rokok. juga manggut2 melihat kota kediri yg gudang garam kukuh berdiri di situ. hanya manggut2. tapi begitu tahu dari obrolan di toko ini, anggukan saya makin dalam….

pantas lah kenapa banyak perang proxy antara rokok + tembakau dgn yg anti terhadap rokok + tembakau. sudah bbrp buku ttg rokok yg saya baca, memang terlihat ada gerakan cukup masif utk mengerem penjualan rokok. utamanya adalah persaingan bisnis, dgn isue kesehatan jadi gincu nya.

ok lah….saya kembali manggut2…..

Sekelumit Sistem Resi Gudang

By | November 25, 2017

sistem resi gudang ( srg ) sudah agak lama ada, mulai 2006. sistem ini dihandle oleh bappepti. brosurnya dapat diunduh di sini. setelah membaca dan mendalami, ada bbrp hal yang jadi pemikiran :

  1. srg dibangun agar petani dapat menyimpan hasil panennya. bukan utk dijual karena saat panen raya ( biasanya harga jatuh ).
  2. dgn penyimpanan, petani pegang resi gudang utk selanjutnya dapat diagunkan ke bank utk memperoleh modal utk musim tanam berikutnya.
  3. setelah browsing ke bbrp bank yg menerima agunan resi gudang dan juga nilai tukar petani, rasanya ada yg gak masuk hitungan.
  4. nilai tukar petani kadang di bawah 100. artinya kalo di bawah 100, hasil panen tidak bisa mencukupi kebutuhan petani dan modal tanam berikutnya.
  5. agunan resi gudang diterima bank lalu dapat dikucurkan pinjaman senilai 70 % nilai agunan.
  6. simpan barang di gudang, tidak gratis. ada biayanya. saya coba install SRG mobile ( hanya ada di playstore ) utk dapat memperoleh simulasi biaya. sayangnya aplikasi tsb tidak dapat digunakan utk user baru. saya coba register selama 2 hari, failed dgn alasan koneksi internet. alasan yg tidak masuk akal mz.
  7. saya coba menghubungi BJB via web tapi udah 3 hari web nya mati gak jelas. menghubungi BSM, cuma blum ada callback. saya mau tahu sistem agunan dan kredit yg ditawarkan dari srg ini. info srg jg ada di bank jateng dan jatim.
  8. permasalahannya adalah : nilai 70 % tersebut tidak akan banyak berguna utk musim tanam berikutnya  + kebutuhan petani sehari2 + biaya simpan srg. karena nilai 70 % tersebut tidak cukup ! lihat saja nilai tukar petani yg kadang di bawah 100. nilai 70 % tadi baru dapat berguna JIKA penyimpanan hanya berlaku dlm masa singkat, misal 1 – 2 bulan saja. lalu nilai komoditas naik dan dijual. asumsinya dgn kenaikan tsb nilai tukar petani sudah di atas 100, misalnya 110 atau 120. itu baru masuk.
  9. permasalah klasik lainnya : utk sampe ke gudang, komoditas harus memenuhi standard yg lumayan ketat ( ini baik utk petani agar proses pasca panennya diperbaiki ) dan juga errr…biaya logistik dari lokasi petani ke gudang. ternyata jumlah gudang belum banyak. sekitaran bdg hanya ada di cianjur dan tasik. misalnya saya nanem sawah di garut, maka harus bawa hasil panen ke tasik. ini biaya lagi. ntah lah gimana apakah nanti hitungan2nya masih masuk apa ndak.
  10. apa pun itu, srg ini akan membantu petani punya dana cadangan. menjual saat harga baik / tinggi adalah impian semua petani. dan itu bisa dijembatani dgn srg ini.
  11. done.

 

Penggunaan Biogas

By | November 25, 2017

gara2 ngobrol pagi dgn dikshie, terpikir skema listrik renewable :

  1. bloomenergy mengeluarkan produk pembangkit listrik fuel cell. klaimnya ini fuel cell yg murah. benda ini bisa beroperasi dgn “pasir” dan gas. alat ini menggantikan fungsi ups, genset dan sumber jala2 listrik. semua dalam satu perangkat.
  2. gas kebutuhkan pembangkit tsb dapat disupply dari biogas.
  3. biogas bisa berasal dari kotoran sapi.
  4. jadi yang terpikir adalah jika ada sebuah desa dgn jumlah sapi yg lumayan. kumpulkan kotorannya, olah jadi biogas. lalu gas ini difeed ke sistem pembangkit dan jadi lah listrik renewable.
  5. distribusikan listrik ini ke desa2 atau kalau surplus, jual ke pln 🙂

 

Aneka Posting

By | November 25, 2017

beberapa aneka posting :

  1. spontan : liat barang bagus, potret. posting dan kasih caption.
  2. spontan mikir : lagi melamun, mikirin sesuatu dan terpikir sesuatu yg penting ( atau tidak penting ). lalu posting.
  3. terpaksa : habis baca buku, harus menulis ringkasan / kesan terhadap buku tersebut. biar lebih lekat di kepala.
  4. resensi musik : musik dalam konser, musik album baru, musik album jadul, new artist, atau apa lah itu. komentar…dan komentar…
  5. resensi makanan : kesan ttg makanan. dan juga minuman yeuh.
  6. kerjaan : posting sesuatu yg harus diingat dlm ngoprek. kalo gak ditulis gampang lupa. nyari2 lagi ke internet padahal udah pernah solved sebelumnya.
  7. new interested things : sesuatu yg baru, menarik utk dipelajari lebih lanjut. diposting dlm rangka utk diingat dan dipelajari lebih jauh.

 

itu aja rasanya. kalo makin ke sini makin jarang posting, itu sebuah resiko. habit menulis itu emang perlu disiplin tinggi. tapi alasan terbaiknya adalah : pas mau nulis, tidak ada perangkat yg mudah dijangkau. akhirnya kelewat dan malah lupa.

Akar Bambu

By | October 12, 2017

Pas lagi sarapan somewhere di bali, kok warung ini punya pajangan aneh. Akar bambu unfinished, apa adanya. Nampaknya tidak dijual.

Kenapa yakin tidak dijual ? Warung ini sangat bersahaja. Mirip harga angkringan yogya. Nasi putih, ayam suwir dan kopi hitam, IDR 7,000 sahaja.

Kambing Dan Hujan

By | September 21, 2017

sewaktu saya mulai membaca buku ttg muhammadiyah dan jawa, dua buku mahfud mampir. akhirnya dua buku ini habis duluan. dan ternyata, buku kambing dan hujan ini membawa tema gerakan puritan di tanah jawa. jadi agak nyambung.

al kisah, di sebuah desa pertanian kedatangan seseorang. orang ini membawa misi dakwah yg nampaknya pada era tsb lumayan menarik. orang tsb menarik anak2 muda yg nampaknya terbengkalai urusan agamanya. mereka akhirnya lebih banyak nongkrong di mesjid. setelah itu, mereka melakukan jemput bola ke anak2 yg yg ikut berladang dgn orang tuanya. pola pertanian saat itu, banyak hari yg dihabiskan di ladang, tidak pulang ke rumah.

akhirnya remaja mesjid membesar dan golongan tua mulai terusik. gesekan ini jadi serius dan beneran terjadi kontak fisik. berujung mereka terusir dari mesjid dan memutuskan utk mendirikan langgar sendiri. di sini lah mulanya dua kubu bersebarangan secara jelas : mesjid utara dan mesjid selatan.

step forward, generasi kedua yg “tidak tahu menahu” ttg urusan permusuhan tersebut secara tidak sengaja terlibat urusan asmara. setamat kuliah, mereka hendak menikah. tapi bagaimana cara ? mereka berasal dari kubu berbeda : mesjid utara dan selatan. orang tua mereka bermusuhan secara ideologi. dan eh ternyata, orang tua mereka ini sebenarnya sangat dekat, sahabat dekat sekali. tapi setelah kejadian pemisahan kubu, mereka berada dalam posisi bersebrangan.

lambat laun, akhirnya terungkap : ini masalah NU vs muhammdiyah. kaum tradisional dan kaum modern. kaum tua dan kaum muda. lebih tepatnya lagi : wahabi vs ahlussunnah.

ini masalah klasik dan dibungkus dgn kisah asmara. demikian mahfud membungkus masalah tsb dgn kisah percintaan.

overall, novel ini menarik utk dibaca, bahasanya mengalir. endingnya tentu saja happy ending. tapi hanya sedikit mengganggu bahwa ternyata pada acara pernikahan  sbg klimaksnya tsb, semua tokoh2 yg disebut datang semua, terutama cak ali, si pembaharu yg “merusak” desa tradisional tsb. anu, menurut saya ini terlalu maksa, mengingat cak ali udah lama hengkang dari desa tsb utk “berkarir” di luar pulau 🙂

saya rasa di dunia nyata, pernikahan dua kubu spt ini sudah bbrp kali terjadi. salah satunya dari anak petinggi muhammdiyah yg menikah dgn anak pemilik pesantren NU. saya pernah baca somewhere. saya tidak tahu, apakah kelak pernikahan tsb akan mudah dijalani atau tidak mengingat gesekan dua kubu tadi lumayan intens di permukaan.

padahal sih menurut saya, perbedaan tsb tidak penting sama sekali. cuma menghabiskan energi saja. wong sama2 orang islam, tho.

 

Muhammadiyah, Wahabi dan Jawa

By | September 21, 2017

buku ini dulu sekali, sudah pernah saya beli. taro di perpus kantor dan hilang. padahal belum kelar dibaca. pas mampir ke yogya, mampir ke markas suara muhammadiyah. ternyata buku ini diterbitkan ulang oleh penerbit yg berbeda.

ok, ini buku termasuk yg berat utk saya. perlu cari waktu yg agak lenggang dan tidak bisa sambil lalu utk membacanya. kalo kelewat agak lama, bisa miss the point.

seperti kebiasaan saya membeli buku kalo penulisnya belum saya tahu sebelumnya, selalu buka halaman belakang : siapa penulis ini ? kalo dirasa cocok, baru beli bukunya ( di luar kenyataan bahwa topiknya emang menarik ). nah, utk buku ini, penulis nya adalah peneliti LIPI dgn latar belakang akademis yg ok. iya lah, peniliti LIPI toh ? dan topik ini adalah thesis master yg diterjemahkan dan dibukukan. sudah pasti, banyak tantangannya utk kelarin baca buku ini ( walau pun tipis ).

topik ini menarik karena bagaimana bisa, bahwa muhammadiyah yg lahir di tengah keraton jawa bisa2nya menjadi gerakan puritan pada era setelah generasi pendirinya berganti. generasi awal terdiri dari priayi abdi dalem, priayi sekolahan dan juragan / saudagar. bahkan kyai ahmad dahlan itu sendiri berdiri di beberapa organisasi di luar muhammadiyah : boedi oetomo dan sarekat islam, ini menunjukkan bahwa gerakan muhammadiyah secara lansung berinteraksi dgn gerakan lain, baik yg berbasiskan kebudayaan ( BO ) dan politik ( SI ). khususnya BO, bisa dibilang Muhammadiyah bersimbiosis mutualisme dgn baik. perkembangan awal cabang-cabang muhammadiyah banyak yg dimulai oleh cabang-cabang BO di seantero pulau jawa.

begitu generasi awal ini habis ( khususnya setelah kiyai ahmad dahlan meninggal ), gerakan ini mulai didominasi orang2 minang, wa bil khusus haji rasul ( ayahanda HAMKA ). berbeda sekali dgn kategori muhammadiyah di jawa ( hanya terdiri dari priayi dan saudagar ), perkembangan muhammadiyah di minangkabau justru diawali oleh ulama bermahzab wahabi. lebih tepatnya mahzab wahabi yg punya reputasi buruk dgn kaum adat sejak jaman perang padri.

generasi minang “mengambil alih” estafet kepemimpinan pada era AR sutan mansur ( menantu haji rasul ) dan pada era tsb dibuatlah majelis tarjih. majelis ini bertugas menyelesaikan “sengketa” masalah ideologi dan fiqh yg kadang hanya bersifat ranting saja. tapi pada akhirnya majelis ini menjadi patokan hukum hakam bagi kaum muhammadiyah. dalam kata lain, ini lah penentu mahzab muhammadiyah. padahal, awalnya kiyai ahmad dahlan melepaskan urusan ini ke masing-masing orang. tidak ada penentuan harus bermahzab ini itu utk bisa berkecimpung di dalam.

akhirnya proyek yg awalnya banyak berkutat di bidang sosial ( kesehatan dan pendidikan ), mulai berubah ke proyek puritanisasi. akhirnya awalnya ada dua jenis priayi yg berkecimpung, mulai limbung. priyai sekolahan ( bukan kiyai apalagi abdi dalem ) mulai angkat kaki. mereka tidak nyaman dgn kondisi yg ada.

dan sejak itu mulai lah dikenal muhammadiyah sebagai gerakan puritan yg tetap memiliki banyak sekali outlet pendidikan dan kesehatan. bisa dibilang, ini adalah organisasi islam terbesar di dunia dgn jumlah asset yg luar biasa. walau pun generasi “kedua”nya sibuk dgn proyek puritanisasi, perkembangan outlet nya terus bertambah.

itu yg saya dapat dari buku ini. lalu utk menambahkan, sebagian buku ini saya baca waktu di yogya. kebetulan, saat tsb berlansung olimpiade budaya jawa. apa isinya ? salah satu nya lomba2 permainan anak2 macam enggrang. mungkin anak skrg udah gak tahu itu apaan. adanya olimpiade BUDAYA JAWA yg diadakan oleh muhammadiyah ini secara lansung menegaskan bahwa proses jawanisasi muhammadiyah is coming back. mengingat kerasnya majelis tarjih yg sempat melarang anak2 hizbul wathan bikin api unggun dgn alasan syirik dan bidah, adanya olimpiade budaya jawa yg justru dibuat lansung oleh muhamaddiyah, justru memperlihatkan proses sedang berbalik saat ini.

saya tidak tahu bagaimana komentar pak buya syafii maarif thd hal spt ini. mengingat beliau adalah orang minang, lumayan puritan dan berwawasan sangat luas.

di luar urusan budaya, khususnya utk masalah keyakinan, muhamaddiyah tetap pada track nya. lihat saja pak AR Fachrudin bisa protes kepada Paus Yohannes II ttg maraknya kristenisasi yg terjadi. lihat juga gerakan anti penistaan agama yg mengakibatkan Ahok masuk penjara, itu dimotori oleh angkatan muda muhammdiyah. ini tidak bisa dibilang gerakan politik tapi memang utk menjaga marwah islam ( jika melihat dari sudut pandang sejarah muhammadiyah itu sendiri : bahwa gerakan ini didirikan agar umat islam yg miskin terbela dan tidak tergadai imannya gara2 masalah kesehatan dan pendidikan ).

demikian.

Dawuk

By | August 31, 2017

https://www.goodreads.com/book/show/35438585-dawuk

membaca judulnya, mengingatkan saya dgn judul novel umar kayam yg berjudul Bawuk. tentu saja, cerita bawuk dan dawuk sungguh berbeda, mulai dari alur sampai latar cerita. ok lah, begini :

dawuk adalah orang yg sangat sial. buruk rupa dan dijauhi orang. dlm keadaan nestapa ditinggal ibunya yg meninggal, bawuk jadi orang yg tak diinginkan di kampung. dia tak terurus, lebih tepatnya bapaknya tidak mau ngurus. singkat cerita, merantau ke malaysia dan jadi pembunuh bayaran.

dalam hidupnya yg kelam, dia bertemu inuyatun. orang yg berasal dari desa yg sama dgn reputasi gonta ganti laki2 yg panjang. waktu bertemu dawuk, dia sudah menikah 3 kali. singkat cerita, inuyatun diselamatkan oleh dawuk dari suami ketiganya dan akhirnya menikah dgn dawuk.

setelah menikah mereka pulang kampung dan hebohnya desa tsb. mertua dawuk ngamuk2 dan tidak mau terima anak perempuannya bawa suami macam itu dan terpaksa mereka hidup jauh dari desa, tinggal dekat hutan. dawuk sudah bersumpah utk berhenti jadi pembunuh ketika menikah, jadi lah dia seorang petani.

tapi apes, inuyatun masih mengundang laki2 secara alamiah. tidak diundang, datang lah dua orang : jagawana dan blandongan. dua orang ini “menyelesaikan urusan” dgn inuyatun sewaktu suaminya pergi ke ladang. pergumulan terjadi, inuyatun mati, jawagawa juga mati ( oleh rekannya sendiri ). satu orang lagi terlanjur dipergoki dawuk dan meluncur ke desa dan membuat berita bohong bahwa dawuk lah yg membunuh mereka berdua.

dari sini cerita mulai menggangu akal sehat. dawuk diamuk massa, tergeletak dan diangkat polisi. 3 hari kemudian, masih bisa bangkit dan pulang ke desa. diajukan ke pengadilan, saksi kunci melarikan diri dan datanglah saksi kunci lainnya : kakek dawuk yg sudah menghilang 23 thn. saksi kakek ini memutar semua tuduhan. tapi tetap jatuh putusan penjara 15 thn.

singkat cerita, dawuk berkekuan “baik” dan dapat remisi. dlm waktu kurang dari 15 thn dia keluar dan kembali ke desa. kali ini semua pihak yg punya dendam menuntaskan urusannya : mertua, keluarga jagawana dan keluarga blandongan. kali ini dawuk diikat di rumahnya dan rumah tsb dibakar.

dua kali sudah dawuk diamuk massa. yg pertama selamat. yg ini tidak jelas. kisahnya dibuat menggantung, ntah siapa bangkai yg ditemukan dalam rumah tsb esok harinya. yg jelas semua orang yg melakukan amuknya terkena sirep dan tertidur di tempat.

tidak masuk akal krn dawuk bisa mati dua kali, termasuk kakek misterius itu.

===

 

gaya bercerita : bertutur. kalo dalam budaya minang, novel ini dituturkan oleh tukang kaba keliling. dia berbagi cerita di warung kopi dgn imbalan rokok dan kopi. ternyata tukang kaba ini pun masuk ke dlm plot cerita tsb. spt jeruk makan jeruk. gaya bertutur nya itu, spt kita sedang duduk satu warung kopi dgn tukang kaba tsb.

waktu membaca ini, saya lansung teringat dgn gaya bercerita milik eka kurniawan dalam lelaki harimau. tapi mahfud tidak sevulgar eka dlm bercerita adegan ranjang. dan yes, spt kata kalis, ini emang sebuah roman dgn sad ending.